Berita

Partisipasi LPM dalam Lokakarya Forum Penjaminan Mutu PTKIN Makassar

Institut Agama IslamNegeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo  melalui Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Dr. Baso Tola, M.Sos.I dan Dr. Muhammad Rusli M.Si berpartisipasi dalam Lokakarya Forum Penjaminan Mutu Perguruann Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), Selasa dan Rabu (26-27/02/2019) di Hotel Gammara Makassar.

Lokakarya yang bertemakan “PTKIN Maju Bersama Menyusun Standar Mutu Mengacu 9 Kriteria APT 3.0 Menuju Unggul” ini diprakarsai oleh UIN Alauddin Makassar, bekerjasama dengan Forum Penjaminan Mutu PTKIN.

Prof. Adam Pramudji Raharjo dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) dan salah satu penyusun 9 kriteria APT 3.0. menjadi narasumber di hari pertama. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan tentang perbedaan Lembar Evaluasi Diri (LED) dan Lembar Kinerja Perguruan Tinggi (LKPT), dan perbedaan Standar VII dan Standar IX yang mesti disiapkan setiap PT yang ingin melakukan akreditasi PT.

Di akhir materi Prof. Adam, Steering Comite kegiatan membagi peserta dalam 25 kelompok kerja untuk menyusun masing-masing satu standar dari total 24 standar yang mewakili pendidikan, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat yang tediri dari masing-masing 8 standar serta Instrumen Monev yang dikerja oleh kelompok 25.

Memasuki hari kedua lokakarya, tampil sebagai pemateri Prof. Dr. Indri Safitri Mukono, dari Asesor BAN PT. Ia menjelaskan tentang Indikator Kineja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Tambahan (IKT) kriteria 1 s.d. 9. Ia juga sempat mengkiritisi hasil presentasi kerja kelompok V perihal S.1.5 Standar Dosen Tendik. Di poin tersebut, Prof. Indri menjelaskan hasil temuan assesment lapangannya tentang sebuah kampus yang tidak tersandar dalam pemilihan ketua prodi.

Sekembalinya dari Makassar. Ketua LPM IAIN Sultan Amai gorontalo, Dr. Baso Tola menyampaikan harapan yang besar bagi peningkatan mutu kampus kedepan.”Melalui Lokakarya ini, seluruh Perguruan Tinggi memiliki dokumen untuk pelaksanaan standar mutu beserta indikatornya serta dokumen untuk pengukuran pencapaiannya. Muatan kegiatan tersebut insya Allah dapat dijadikan acuan program IAIN Sultan Amai Gorontalo menuju Perguruan Tinggi  Unggul” tutur Dr. Baso Tola.

Bagikan ke: