Gorontalo – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo kembali melaksanakan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Tahun 2024 sebagai agenda strategis dalam rangka penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Kegiatan penting ini diselenggarakan pada 13 November 2024, dengan melibatkan seluruh unsur pimpinan dan perangkat penjaminan mutu untuk memastikan mutu akademik dan tata kelola institusi terus berkembang secara berkelanjutan.
Rapat ini dihadiri oleh Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Zulkarnain Suleman, M.Hi, para unsur pimpinan institut, Para Dekan, Direktur Pascasarjana, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Dr. H. Ajub Ishak, M.A, Sekretaris LPM Moh. Ihsan Husnan, S.Ag., M.Si, serta perwakilan Gugus Penjaminan Mutu Fakultas (GPMF) dan seluruh Auditor Mutu Internal (AMI). Kehadiran lengkap seluruh pemangku kepentingan mutu ini menunjukkan komitmen kuat institusi dalam membangun budaya mutu yang kokoh di seluruh unit kerja.
Dalam sambutannya, Rektor menegaskan pentingnya pelaksanaan RTM sebagai wadah evaluasi, penyelarasan, dan pembentukan strategi peningkatan mutu di masa mendatang. “RTM adalah ruang penting untuk melihat sejauh mana indikator mutu telah tercapai dan bagaimana kita dapat memperbaiki serta memperkuatnya. Mutu tidak akan bergerak tanpa komitmen dan kolaborasi seluruh unit,” tegasnya. Beliau menambahkan bahwa persaingan antarperguruan tinggi, baik di tingkat nasional maupun global, menuntut kesiapan institusi untuk memperkuat tata kelola yang profesional, akuntabel, dan berbasis data.
Agenda RTM Tahun 2024 diawali dengan pemaparan hasil Audit Mutu Internal (AMI) yang telah dilakukan pada seluruh fakultas dan unit layanan. Para auditor menyampaikan temuan, pencapaian, rekomendasi, serta area perbaikan yang masih memerlukan tindakan serius. Laporan tersebut menjadi bahan evaluasi utama untuk memetakan kekuatan institusi sekaligus tantangan yang masih harus diatasi dalam pelaksanaan SPMI.
Ketua LPM, Dr. H. Ajub Ishak, M.A, dalam laporan evaluasinya menegaskan bahwa RTM merupakan bagian akhir dari siklus PPEPP yang bertujuan memastikan mutu berjalan dalam kerangka yang sistematis dan terstruktur. “Kita ingin memastikan bahwa hasil audit bukan hanya menjadi dokumen, tetapi benar-benar ditindaklanjuti. Tahun 2024 menjadi momentum untuk meningkatkan konsistensi dan integrasi mutu di seluruh unit,” ujarnya. Ia juga memberikan apresiasi kepada auditor dan GPMF yang telah bekerja maksimal dalam menjalankan proses audit.
Sementara itu, Sekretaris LPM, Moh. Ihsan Husnan, S.Ag., M.Si, menyoroti pentingnya monitoring tindak lanjut hasil audit. Menurutnya, keberhasilan peningkatan mutu tidak hanya ditentukan oleh evaluasi yang akurat, tetapi juga oleh implementasi perbaikan yang disiplin dan terukur. “Setiap unit harus memiliki rencana aksi yang jelas dan terkoordinasi. LPM akan memperkuat peran pendampingan agar tindak lanjut ini berjalan efektif,” ungkapnya.
Diskusi dan penyampaian laporan dari para Dekan, Direktur Pascasarjana, serta GPMF berlangsung dinamis. Berbagai masukan strategis disampaikan, mulai dari penguatan dokumen mutu, peningkatan kolaborasi antarunit, hingga pengembangan inovasi kerja berbasis digital. Para peserta sepakat bahwa budaya mutu harus terus diperkuat melalui sikap profesional, transparan, dan komitmen pada peningkatan berkelanjutan.
Dengan terselenggaranya RTM Tahun 2024 pada 13 November 2024, IAIN Sultan Amai Gorontalo kembali menegaskan posisinya sebagai institusi yang berkomitmen terhadap tata kelola yang bermutu dan berkelanjutan. Hasil RTM ini diharapkan menjadi landasan kuat dalam penyusunan kebijakan, rencana kerja, dan strategi peningkatan mutu tahun 2025, sehingga institusi mampu menjawab tantangan perubahan dan terus meningkatkan daya saing di kancah pendidikan tinggi nasional.
