GORONTALO – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Amai Gorontalo mendorong penguatan daya saing akademik dan reputasi internasional melalui evaluasi capaian pemeringkatan perguruan tinggi berbasis Webometrics dan AD Scientific Index (AD Scientific Index) tahun 2026. Berdasarkan hasil analisis LPM terhadap data Webometrics periode Juli 2026 dan AD Scientific Index periode Oktober 2026, UIN Sultan Amai Gorontalo mencatatkan posisi pada peringkat 5.419 dunia menurut Webometrics dan peringkat 9.546 dunia menurut AD Scientific Index.
Ketua LPM UIN Sultan Amai Gorontalo, Mukrimin, Grad Dipl. M.A.Gov., Ph.D., menegaskan bahwa pemeringkatan internasional perlu menjadi instrumen evaluasi untuk memperkuat mutu akademik, produktivitas penelitian, dan tata kelola informasi institusi.
“Pemeringkatan internasional bukan sekadar persoalan posisi atau angka dalam daftar peringkat, tetapi menjadi salah satu instrumen untuk mengukur perkembangan dan daya saing perguruan tinggi. Karena itu, UIN Sultan Amai Gorontalo perlu memperkuat kualitas publikasi ilmiah, meningkatkan visibilitas akademik, serta membangun tata kelola data dan identitas institusi yang konsisten agar capaian akademik sivitas akademika dapat diakui secara lebih luas di tingkat internasional,” ungkap Mukrimin.
Berdasarkan data Webometrics Juli 2026, UIN Sultan Amai Gorontalo menempati peringkat ke-5.419 dunia, peringkat ke-2.599 Asia, dan peringkat ke-317 Indonesia. Webometrics mengukur kinerja perguruan tinggi melalui sejumlah indikator yang berkaitan dengan kehadiran digital, dampak penelitian, dan keunggulan akademik.
Analisis LPM juga menunjukkan variasi capaian pada tiga indikator Webometrics. UIN Sultan Amai Gorontalo menempati peringkat ke-1.966 pada Impact Rank, peringkat ke-2.302 pada Excellence Rank, dan peringkat ke-10.811 pada Openness Rank. Capaian Impact Rank menjadi indikator terkuat dalam hasil pemeringkatan tersebut, sedangkan Openness Rank masih memerlukan perhatian melalui penguatan akses terbuka terhadap publikasi dan dokumen akademik institusi.
Sementara itu, berdasarkan data AD Scientific Index Oktober 2026, UIN Sultan Amai Gorontalo berada pada peringkat ke-9.546 dunia dari 19.601 institusi yang masuk dalam pemeringkatan. Pada tingkat Asia, universitas menempati peringkat ke-4.523 dari 10.735 institusi, sedangkan pada tingkat nasional berada pada peringkat ke-502 dari 2.200 institusi. AD Scientific Index juga menempatkan UIN Sultan Amai Gorontalo dalam kategori S11 Expanding Top 12,000.
Berbeda dengan Webometrics yang menilai kehadiran dan dampak digital perguruan tinggi serta indikator keunggulan akademik, AD Scientific Index menggunakan total H-Index ilmuwan dan peneliti yang berafiliasi dengan institusi sebagai salah satu dasar pemeringkatan. Dengan demikian, kedua pemeringkatan tersebut memberikan perspektif yang berbeda dalam mengukur kinerja dan reputasi akademik perguruan tinggi.
Hasil analisis LPM memperlihatkan adanya perbedaan cukup besar antara capaian Impact Rank Webometrics yang berada pada posisi ke-1.966 dan peringkat dunia AD Scientific Index pada posisi ke-9.546. Perbedaan tersebut mengindikasikan bahwa visibilitas digital dan dampak penelitian institusi telah menunjukkan potensi, tetapi penguatan produktivitas publikasi ilmiah dan dampak sitasi secara lebih merata di kalangan dosen dan peneliti masih menjadi pekerjaan penting.
Untuk merespons kondisi tersebut, LPM merekomendasikan sejumlah langkah strategis. Pertama, revitalisasi repositori institusi melalui peningkatan keterbukaan akses terhadap publikasi dosen, skripsi, tesis, disertasi, dan karya ilmiah lainnya. Penguatan repositori yang terindeks secara global diharapkan dapat meningkatkan keterjangkauan dan visibilitas karya akademik UIN Sultan Amai Gorontalo.
Kedua, penguatan produktivitas penelitian melalui identifikasi dosen dan peneliti dengan publikasi berdampak tinggi. Para peneliti tersebut dapat menjadi bagian dari kelompok pendampingan akademik untuk membantu meningkatkan kualitas publikasi, produktivitas penelitian, dan H-Index dosen lainnya.
Ketiga, standardisasi identitas dan afiliasi akademik dosen pada berbagai platform ilmiah, seperti ORCID, Google Scholar, Scopus, dan ResearchGate. Konsistensi penggunaan nama institusi, khususnya antara identitas IAIN Sultan Amai dan Universitas Islam Negeri Sultan Amai, menjadi perhatian penting untuk menghindari fragmentasi data publikasi dan sitasi.
Keempat, peningkatan visibilitas digital institusi melalui penguatan situs web resmi universitas. Pengembangan konten berbahasa Inggris, publikasi informasi akademik, serta perluasan tautan kerja sama dengan mitra internasional menjadi bagian dari strategi untuk memperluas jangkauan informasi dan reputasi institusi.
LPM menilai bahwa penguatan pemeringkatan tidak dapat bertumpu pada satu indikator saja. Peningkatan reputasi global membutuhkan keterpaduan antara kualitas penelitian, produktivitas publikasi, keterbukaan akses informasi, konsistensi identitas akademik, dan pengelolaan situs web institusi.
Melalui evaluasi dan rekomendasi strategis tersebut, LPM UIN Sultan Amai Gorontalo mendorong seluruh unit kerja, fakultas, program studi, serta dosen dan peneliti untuk berkontribusi dalam peningkatan kinerja akademik institusi. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat posisi UIN Sultan Amai Gorontalo dalam pemeringkatan nasional, regional, dan internasional sekaligus membangun reputasi perguruan tinggi yang unggul, produktif, dan berdaya saing global.
